WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, May 9, 2016

Makalah PKW "Kerajinan Limbah Tekstil"

Assalamu'alaikum :)

Wahh sepertinya blog ini sudah lama sekali diasingkan, sehingga banyak sekali sarang laba-labanya yaa :( maafkan admin yaa:)

Yaudah deh daripada galau, ini admin share materi-materi yang pernah admin buat waktu sekolah nih, khususnya di semester 2 ini.. Semoga bermanfaat yaa :) Amin yraa.

Oiya Nitip baca yaa : Kalo ada yang mau copas ke blognya tolong disertakan sumbernya yaa, artinya blog ini dicantumkan dalam sumber yaa. Admin sedih banget nih, ternyata ada blog yang copas materi-materi admin di blog ini tanpa seizin admin dan itu gress banget dari post admin tanpa diedit sama admin lain. Tolong kerjasamanya yaa guys :) thx

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar belakang
Kalian tahu apa itu limbah tekstil? Berikut sedikit penjelasannya. Saat ini Indonesia berada pada perkembangan yang sangat pesat. Hal ini diiringi pula dengan bertambahnya penduduk yang berada di kota secara umum dan yang berada di desa pada khususnya akan membutuhkan pakaian yang berbeda dengan yang lainnya. Adapun cara yang mereka gunakan adalah dengan memesan pada tukang jahit terdekat.Dengan kata lain tukang jahit memiliki banyak kain sisa jahitan yang sudah tidak terpakai lagi. Dalam kehidupan sehari-hari lebih populer disebut dengan kan perca.
Kain perca dapat dimanfaatkan dengan cara membuat kerajinan kain perca. Kain perca di tangan orang-orang kreatif dan inovatif dapat menjadi barang yang lebih berguna dan dapat dijadikan sebagai suatu usaha yang dapat membantu meningkatkan perekonomian. Bahkan jika hasil kerajinan kain perca tersebut dijual, harga kerajinan kain perca tersebut dapat melampaui harga mula-mula kain tersebut saat di tangan produsen.
Kita adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai segudang ide kreatif dan inovatif yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran sampah dengan cara mengolah limbah tekstil, salah satunya adalah kain perca. Membuat kain perca dapat dikatakan tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Dibutuhkan adanya jiwa yang selalu bekerja keras dan tidak pantang menyerah.
Sesuai uraian di atas, kami ingin memberikan sedikit pengetahuan mengenai limbah tekstil dan kerajinan kain perca.
1.2   Tujuan
Memberikan keterampilan pada para siswa sehingga nantinya dapat meningkatkan kreatifitas dan produktivitas pada siswa.
1.3 Manfaat
  1. Memberikan informasi tentang limbah tekstil.
2.                 Memberikan informasi tentang contoh kerajinan limbah tekstil.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Limbah Tekstil
Limbah Tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, penghilangan kanji, pengelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan, dan proses penyempurnaan.Proses pengkanjian (Sizing) adalah sebuah proses untuk melapisi benang-benang dengan campuran bahan kimia tertentu agar benang-benang tersebut mampu ditenun dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Proses penghilangan kanji (Desizing) adalah sebuah proses untuk menghilangkan kanji yang terdapat pada bahan yang berasal dari pertenunan. Proses pengelantangan (Bleaching) adalah Sebuah proses untuk menghilangkan kotoran-kotoran organik yang terwujud sebagai pigmen-pigmen warna alami yang tidak bisa hilang hanya dengan proses pemasakan saja.Proses pemasakan (Scouring) adalah sebuah proses yang memegang peranan penting bagi bahan tekstil karena akan memudahkan bahan untuk menyerap zat-zat yang ada pada proses berikutnya. Tujuan pemasakan adalah untuk memperoleh bahan tekstil yang bersih atau untuk menghilangkan kotoran alami baik karena lemak, minyak, debu,dan sebagainya.Proses Merserisasi (Mercerizing) adalah sebuah proses untuk menambah daya serap terhadap zat warna, menambah kilap kain, menambah sifat lembut, menambah kekuatan pada kain.Proses Pewarnaan adalah proses pemberian warna pada bahan tekstil pada permukaan bahan tekstil.Proses Pencetakan adalah proses pencetakan motif pada kain.Proses Penyempurnaan adalah suatu proses untuk menghilangkan bulu-bulu yang berupa ujung-ujung serat yang menonjol dari permukaan benang atau kain.
....             Jadi, kerajinan limbah tekstil adalah suatu karya tangan yang dihasilkan oleh buangan dari suatu proses produksi baik industri maupun rumah tangga.
2.2   Teknik-Teknik Kerajinan Limbah Tekstil
1.      Cetak Saring/Sablon
Merupakan teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen). Bahan kain yang digunakan biasanya adalah nilon dan sutra.
2.      Batik
     Merupakan teknik menghias permukaan kain menggunakan malam batik dengan menggunakan pewarnaan alami dan buatan.
3.      Makrame
      Merupakan teknik kerajinan yang memanfaatkan tali dan benang untuk membentuk berbagai simpul/ikatan.
4.      Jahit
      Merupakan teknik pembuatan suatu karya kerajinan yang terbuat dari guntingan/potongan kain dengan cara dijahit sesuai dengan desain.
5.      Sulam/Bordir
Merupakan teknik pembuatan hiasan kerajinan yang dibuat di atas kain dengan jarum jahit dan benang.
6.      Tenun dan Tapestri  
Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang.
Tapestri merupakan teknik dalam pembuatan tekstil dengan cara mengikat dan menyimpul benang.          
2.3   Jenis Produk Kerajinan Limbah Tekstil
§  Bahan Hias
Benda hias adalah segala macam bentuk benda yang sifatnya sebagai hiasan atau ornamen.Contoh : Hiasan dinding.
§  Bahan Pakai
Benda pakai adalah segala macam bentuk benda yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Contoh : Dompet, kerudung, tas.
2.4   Fungsi Kerajinan Limbah Tekstil
§  Sebagai benda pajangan/hiasan
§  Sebagai benda mainan
§  Sebagai sarana pelestarian alam
2.5   Unsur Estetika pada Kerajinan Limbah Tekstil
....             Unsur Estetika adalah unsur keindahan bentuk yang selalu bergantung pada sentuhan keindahan. Dalam penciptaan kerajinan limbah tekstil tersebut dibutuhkan penguasaan pada unsur-unsur seni seperti garis, bentuk, warna, komposisi, dan lain lain dari bahan baku yang akan dibuatnya.           
2.6   Unsur Ergonomis pada Kerajinan Limbah Tekstil
....             Dalam teori desain Unsur Ergonomis dikenal dengan prinsip “form follow function”, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Unsur Ergonomis adalah unsur tekstil yang mengutamakan kenyamanan dalam penggunaaannya.

Ada 3 aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu :
a.       Keamanan (Safety)
     Artinya suatu produk desain aman digunakan sehingga tidak mencelakai penggunanya.
b.      Kenyamanan (Ergonomi)
     Artinya suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai.
c.      Keindahan (Estetika)
     Artinya suatu produk desain enak untuk dipandang.
2.7   Motif Ragam Hias pada Kerajinan Limbah Tekstil
....             Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora, fauna, figuratif, dan bentuk-bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi. Adapun motif ragam hias tersebut yaitu :
1.      Ragam Hias Flora
      Ragam hias ini sebagai sumber objek motif ragam hias yang dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora mudah dijumpai pada barang-barang seni seperti batik, ukiran, dan tenunan. 
2.      Ragam Hias Fauna
      Ragam hias fauna merupakan bentuk gambar motif yang diambil dari hewan tertentu. Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan.
3.      Ragam Hias Geometris
      Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya.
4.      Ragam Hias Figuratif
      Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu.


BAB III
PRODUK KERAJINAN KAIN PERCA

2.1   Nama Produk : Tas tempat mukena.
2.2   Kegunaan Produk : Sebagai tempat untuk menaruh mukena                                        
2.3   Alat dan Bahan
Alat :
§  Gunting
§  Jarum
§  Spidol
Bahan :
§  Kain perca
§  Kain
§  Benang Jahit
§  Benang Wol
2.4   Cara Kerja
1.     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.     Potonglah kain perca dengan ukuran 10´10 cm menjadi 27 potongan.
3.     Sambunglah potongan kain perca tersebut dengan cara dijahit.
4.     Buatlah hiasan pada jahitan kain perca tersebut dengan menggunakan kain perca.
5.     Lakukanlah hal yang sama sampai semua potongan tersambung membentuk jaring-jaring balok tanpa tutup.
6.     Potonglah kain (Kain utuh bukan perca) sesuai dengan pola jaring jaring balok tanpa tutup yang telah dibuat sebelumnya.
7.     Tempelkan kain utuh tersebut dengan menjahit bagian tepi sisi-sisinya.
8.     Satukan ujung yang satu dengan ujung yang lain.
9.     Lubangi bagian depan (Samping kanan kiri) dan bagian belakang (Samping kanan kiri).
10. Jahitlah sisi lubang.
11. Lekuklah bagian sisi kanan kiri.
12. Pasanglah tali pada lubang tersebut.
13. Tas tempat mukena siap untuk digunakan.



2.5   Sketsa Produk                                                                                                                  

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1  Kesimpulan
Banyak limbah tekstil yang bermanfaat bagi kehidupan. Salah satunya adalah kain perca. Kain perca merupakan kain sisa jahitan yang sudah tidak digunakan lagi. Kain perca dapat didaur ulang lagi menjadi sebuah produk baru yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
4.2  Saran
Kita sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya dapat mengolah limbah menjadi barang yang bermanfaat. Dengan dapat mengolah limbah, maka akan mengurangi pencemaran sampah yang ada di sekitar selain itu juga dapat membantu perekonomian masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA



Sekian,
Wassalam.





2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete