WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, April 30, 2018

MAKALAH AGAMA TENTANG PERKEMBANGAN ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Sejarah Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena disamping menjadi salah satu faktor pemersatu bangsa juga memberikan nuansa baru dalam keberislamannya di negara-negara Islam lain, terutama di Timur Tengah. Islam di Indonesia ternyata mampu berinteraksi dengan budaya lokal, seperti bentuk masjid dan tata cara yang mengiringi ritual keagamaan.
Ketika Islam datang, sebenarnya kepulauan Nusantara sudah mempunyai peradaban yang bersumber kebudayaan asli pengaruh dari peradaban Hindu-Budaha dari India, yang penyebaran pengaruhnya tidak merata.Di Jawa telah mendalam, di Sumatera merupakan lapisan tipis, sedang dipulau-pulau lain belum terjadi.Walaupun demikikan, Islam dapat cepat menyebar. Hal itu disebabbkan Islam yang dibawa oleh kaum pedagang maupun para da’i dan ulama’, bagaimanapun keislaman para da’i dan ulama’ masa awal, mereka semua menyiarkan suatu rangkaian ajaran dan cara serta gaya hidup yang secara kualitatif lebih maju dari pada peradaban yang ada. Dalam bidang perenungan teologi monoteisme dibandingkan teologi politeisme, kehidupan masyarakat tanpa kasta, juga dalam dalam sufisme Islam lebih maju dan lebih mendasar dari pada mistik pribumi yang dipengaruhi mistik Hindu-Budha.Demikian pula dalam pengembangan intelektual dan keseniaan.
Berdasarkan uraian di atas, dalam makalah ini dibahas mengenai sejarah perkembangan islam di indonesia dalam bidang politik dan ekonomi serta dibahas mengenai pengaruh penyebaran islam di Indonesia dalam bidang politik dan ekonomi.

B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut.
1.    Bagaimana sejarah perkembangan islam di Indonesia dalam bidang politik dan ekonomi?
2.    Bagaimana pengaruh penyebaran islam di Indonesia dalam bidang politik dan ekonomi?


BAB II
PEMBAHASAN

A.      BIDANG POLITIK
1.        SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA
Islam sebagai pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad 7. Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad ke-7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada.
Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Dalam kurun waktu yang sangat panjang, di Nusantara berdiri kerajaan-kerajaan Islam.Berdirinya kerajaan-kerajaan ini tidak hanya menjadi bukti sejarah bahwa di Nusantara yang merupakan cikal bakal Negara Indonesia telah memiliki suatu kekuatan politik yang absolute, yang kekuasaannya diturunkan melalui garis keturunan, yang juga membuktikan bahwasanya dahulu sejarah Indonesia merupakan kerajaan-kerajaan.
Selanjutnya, Nusantara yang memiliki kekayaan yang melimpah ruah berupa hasil bumi yang banyak, menjadi daya tarik bangsa-bangsa Eropa untuk membangun kolonialisasi di bumi Nusantara. Pada abad ke-16, Portugis menancapkan kolonialisasinya, dilanjutkan Spanyol, dan yang paling lama menjajah Nusantara adalah Belanda, yang berlangsung hingga lebih kurang 3,5 abad lamanya.
Dampak terburuk dari kolonialisasi bangsa Eropa ini, secara perlahan satu persatu kerajaan-kerajaan di Nusantara mulai runtuh. Monopoli perekonomian, sampai campur tangan politik internal, dan politik adu domba, sistem kerja paksa terhadap rakyat pribumi dan lain sebagainya, menyebabkan keruntuhan kejayaan raja-raja di kepulauan Nusantara.
Sejak proklamasi kemerdekaan dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang masih muda dalam menyusun politik pemerintahan. Landasan berpijaknya adalah konstitusi dan ideologi yang mereka ciptakan sendiri sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.
Hingga akhirnya, masa Orde Lama pun runtuh dan segera digantikan oleh era baru yang disebut dengan era Orde Baru. Di masa Orde Baru, politik negara lebih terkesan di dominasi oleh satu golongan, sehingganya dalam beberapa kali penyelenggaraan pemilu, suara legislatif sebagai wakil dan perpanjangan tangan rakyat dalam memilih pemimpin atau Presiden selalu didominasi oleh satu golongan, yaitu Golongan Karya.
Akhirnya, pada tahun 1998 meletuslah demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa se-Indonesia di depan Istana Negara. Dalam keadaan yang demikian, ditambah situasi kondisi bangsa yang kacau, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya selaku Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan status quo yang diusung selama hampir 32 tahun oleh Orde Baru.
Setelah Indonesia mengalami reformasi dalam bidang politik pasca Orde Baru, banyak sistem kenegaraan yang berubah. Salah satu hal baru yang diubah dalam sistem politik di Indonesia adalah pemilihan pemimpin, yaitu Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung.
Khusus kasus ke-Indonesiaan sendiri, kendati memiliki sejarah keIslaman yang cukup kental, pada akhirnya memilih sistem Demokrasi Barat sebagai sistem kenegaraan. Ini berarti sistem monarki dan suksesi kepemimpinan secara turun temurun telah di hapus oleh para pendiri Negara ini. Hal ini berimbas kepada suksesi pergantian kepemimpinan di Indonesia. Namun yang jelas baik sistem suksesi pergantian kepemimpinan di Indonesia, demikian juga di dalam Islam sendiri, terdapat metode atau cara untuk memilih pemimpin ummat.

2.        PENGARUH PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA DALAM BIDANG POLITIK
Penyebaran budaya Islam di Indonesia berlangsung secara damai. Islam berkembang lewat perantaraan bahasa Arab. Pada perkembangannya, terjadi proses saling pengaruh antara Islam yang sudah terakulturasi dengan budaya lokal dengan Islam yang baru masuk dari wilayah Timur Tengah.
Maka dari itu pengaruh penyebaran Islam di bidang Politik antara lain :
a.       Sistem pemerintahan masih berbentuk kerajaan tetapi namanya berubah menjadi Kesultanan.
b.      Raja berganti gelar Menjadi Sultan
c.       Para Pemimpinnya di sebut Khalifah
d.      Agama Islam dalam waktu yang relatif cepat, ternyata agama Islam dapat diterima dengan baik oleh sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari rakyat jelata hingga raja-raja.
Sehingga penganut agama ini pada akhir abad ke-6 H (abad ke 12 M) dan tahun-tahun selanjutnya, berhasil menjadi kekuatan muslim Indonesia yang ditakuti dan diperhitungkan. Masuknya pengaruh Islam di Indonesia memberikan dampak dalam berbagai kehidupan masyarkat Indonesia apabila diperhatikan, maka terlihat bahwa perkembangan agama Islam di Indonesia memberikan pengaruh hingga saat sekarang dan itu tidak lepas dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Adapun pengaruh yang dapat terlihat akibat perkembangan agama Islam di Indonesia  yaitu dalam bidang sosial politik, perkembangan agama Islam membuat letak geografis kota-kota yang mejadi pusat kerajaan berada diwilayah atau muara sungai yang besar seperti Samudera Pasai, Pidie, Aeh, Demak, Banten, Ternate, Goa dan Makasar merupakan pusat kerajaan yang bercorak maritim.
Dengan demikian, masyarakatnya lebih menggantungkan kehidupan pada perdagangan sementara untuk kekuatan militernya dititikberatkan pada angkatan laut. Dari segi tata kota, umumnya ota-kota di atas terdiri dari tempat peribadatan (masjid), pasar, tempat tinggal penguasa (kraton) serta perkampungan penduduk. Perkampungan penduduk itu sendiri terbagi berdasarkan status social ekonomi, keagamaan, kekuasaan dalam pemerintahan. Umumnya, perkampungan untuk pedagang asing ditentukan oleh penguasa kota. Adapun perkampungan-perkampungan yang ada diberi nama berdasarkan fungsi dalam pemerintahan. Dalam kehidupan pendudukan, masyarakat kota-kota kerjaan Islam itu terbagi juga dalam stratifikasi, yaitu sebagai berikut
1.      Golongan raja dan keluarga. Mereka ini adalah golongan penguasa. Umumnya, para penguasa Islam ini menggunakan gelar sultan. Gelar sultan sendiri dipakai untuk pertama kali di Indonesia oleh Sultan Malik As-Saleh.
2.      Golongan elit, yaitu kelompok lapisan atas. Mereka ini terdiri atas golongan tentara, ulama dan para saudagar. Dalam golongan ini, kaum ulama merupakan kelompok yang menempati peran yang sangat penting. Di antara mereka terdapat orang-orang yang dianggap wali yang menjadi penasehat para sultan.
3.       Golongan orang kebanyakan. Mereka ini merupakan lapisan masyarakat yang terbesar. Golongan ini dalam masyarakat Jawa disebut wong cilik. Mereka terdiri atas para pedagang, petani, tukang, nelayan serta pejabat rendahan.
4.       Golongan budak. Mereka ini umumnya berkerja di lingkungan istana maupun bangsawan. Umumnya mereka berkerja di lingkungan ini karena mereka tidak mampu mebayar hutang dan tawanan perang. Dalam system birokrasi pemerintahan Islam, seorang pemimpin Negara juga merangkap sebagai pemimpin agama.

B.       BIDANG EKONOMI
1.        SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA
Pada masa Islam, kegiatan perekonomian terutama menyangkut perdagangan sudah maju dengan pesat. Berdirinya bandar-bandar atau pelabuhan tempat transaksi biasanya dilakukan adalah fakta yang menguatkan hal itu. Berbagai bandar itu tidak hanya disingahi oleh pedagang prbumi, tapi juga oleh pedagang asing/mancanegara. Pedagang dari mancanegara umumnya berasal dari arab, persia, China, bahkan dari Eropa. 
Pedagang dari arab memperjualkan permadani, kain-kain, dyl. Uniknya, pedagang dari arab seringkali membentuk komunitas Arab yang dikenal dengan nama kampung Arab. Sering dijumpai kampung ini terletak di daerah pesisir. Namun tak jarang kampung ini juga dibentuk di daerah yang jauh dari garis pantai, dan cenderung dekat dengan pusat kota yang ramai.
Sama halnya dengan pedagang dari Arab, pedagang dari Persia pun melakukan kegiatan perdagangan di daerah pelabuhan serta di daerah pedalaman yang jauh dari pantai. Dan untuk barang-barang yang dijual oleh pedagang dari Persia, hampir sama dengan pedagang asal Arab. Barang-barang itu meliputi sorban, kain-kain permadani, dyl. Perbedaan dengan pedagang Arab adalah pedagang Persia tidak mebentuk komunitas tersendiri, yang dapat menyatukan mereka dalam suatu wadah tersendiri.
Tidak kalah dengan dua bangsa asal Asia Barat, pedagang asal China di Indonesia pun mampu memberikan perannya dalam memajukan perdagangan di Indonesia. Dari segi etos kerja, pedagang China pun sangat baik. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pedagang China yang sukses pada masa itu serta mampu menempati posisi yang tinggi dalam kegiatan perdagangan. Dan guna menyatukan komunitas mereka serta melancarjan kegiatan perdagangan mereka, mereka pun membentuk komunitas tersendiri yang dikenal dengan kampung China atau ”Pecinan”. Untuk barang-barang diperjualkan oleh pedagang China meliputi guci, keramik, sutera, kertas, dll. 
Berbeda dengan ketiga pedagang Asia di atas, yang datang sejak awal perkembangan Islam, atau bahkan jauh sebelum itu. Kedatangan pedagang Eropa ke nusantara terjadi pada saat Islam sudah mulai memasuki masa keemasan di bumi Indonesia, yang dibuktikan dengan semakin banyaknya kerajaan bercorak Islam. Bangsa Eropa datang jauh-jauh dari Eropa karena Konstantinopel yang saat itu jatuh ke Turki Usmani, tertutup bagi orang Eropa. Karena hal inilah, yang kemudian memaksa mereka untuk mencari sendiri kebutuhan pokok mereka yang salah satunya adalah rempah-rempah. Dan perjalanan mereka untuk mencari rempah-rempah sendiri ke daerah timur dipelopori oleh Ferdinand de Magelhans (asal Portugis).
Antara Islam dan perdagangan merupakan suatu keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Banyak sekali contoh yang menyebutkan bahwa dalam perdagangan, disebarkan pula agama Islam atau perdagangan di Indonesia dilakukan oleh pedagang Islam. Perkembangan ekonomi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan kontribusi pedagang-pedagang Islam. Misalnya pedagang Islam asal Arab, Gujarat, bahkan China. Perkembangan ini dari mulai ujung barat Indonesia (Aceh) sampai Indonesia timur, termasuk berhasil masuk dan berkembang di pulau rempah-rempah (Maluku). Para pedagang Jawa dan Melayu yang beragama Islam menetap di pesisir Banda, tetapi tidak ada seorang raja pun di sana, dan daerah pedalaman masih non-muslim. Ternate, Tidore, dan Bacan mempunyai raja-raja Muslim. Penguasa-penguasa Tidore dan Bacan memakai gelar India ’raja’, tetapi penguasa Ternate telah menggunakan gelar ’Sultan’, dan raja Tidore telah memakai nama Arab ”al-Manshur”. 
Keseluruhan bukti di atas memberi suatu gambaran umum mengenai perkembangan ekonomi pada abad XIII hingga awal abad XVI. Derah-daerah yang paling penting atau menjadi jalur perdagangan Intenasional meliputi pesisir-pesisir Sumatera di selat Malaka, semenanjung Malaya, pesisir utara Jawa, Brunei, Sulu, dan Maluku. Menurut Tome Pires, tidak semua daerah perdagangan yang penting telah memeluk Islam, misalnya Timor dan Sumba yang menghasilkan kayu cendana tetapi masih tetap non-Islam. Adanya perdagangan internasional hanya memberi sedikit penjelasan mengapa sudah ada bangsawan-bangsawan yang beragama Islam di Istana Majapahit pada abad XIV, atau mengapa Trengganu merupakan daerah Malaya pertama tempat Islamisasi berlangsung. Meskipun demikian, tampaknya memang ada kaitannya antara perdagangan dengan Islam.

2.        PENGARUH PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA DALAM BIDANG EKONOMI
Daerah-daerah pesisir sering dikunjungi para pedagang Islam dari Arab, Parsi,dan Gujarat yang menerapkan konsep jual beli secara Islam. Juga adanya kewajiban membayar zakat atau amal jariyah yang lainnya, seperti sedekah, infak, waqaf, menyantuni yatim, piatu, fakir dan miskin. Hal itu membuat perekonomian umat Islam semakin berkembang.


BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Sejarah Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena disamping menjadi salah satu faktor pemersatu bangsa juga memberikan nuansa baru dalam keberislamannya di negara-negara Islam lain. Bagi bangsa Indonesia sendiri, adanya penyebaran agama islam di Indonesia memberikan pengaruh yang positif dalam berbagai aspek/bidang.

B.       SARAN
Sebagai generasi muda, hendaknya kita dapat memperluas pengetahuan mengenai sejarah islam dalam berbagai literasi. Sehingga, kita dapat mengetahui dan memahami tentang penyebaran agama islam.


DAFTAR PUSTAKA



1 comment:

  1. Prediksi Togel Sgp Mbah Bonar 2 April 2020 <a href="https://indextogel.org/prediksi-togel/prediksi-togel-sgp-mbah-bonar-2-april-2020/ > Ayo Pasang Angka Keberuntunganmu hari ini </a> Gabung sekarang dan Dapatkan Potongan Setiap Hari !!!

    ReplyDelete