WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, September 22, 2014

Cerpen "AKU DAN MIMPIKU" (Part 2)



PART 2
10 Januari 2014
          Pukul 4 pagi..
“Kringgg.. Kringgg.. Kringgg..”Jam bekerku berbunyi. Tetapi aku masih saja belum bisa meninggalkan kasur tercintaku. Setelah beberapa lama,terdengar suara pintu kamarku ada yang membuka.”Sekar..Sekar.. bangun nak.. ayoo kita sholat subuh berjamaah. Kakek sudah menunggu.”ujar ibu yang berusaha membangunkanku. “Iya,Bu.”balasku sambil bangun dan merapikan tempat tidurku. Setelah itu, akupun bergegas menuju kamar mandi untuk berwudlu dan langsung menuju ruang shalat. Sesampainya aku di sana, kakek tengah menungguku. Setelah aku memakai mukena, shalat pun dimulai.
Dengan diiringi bacaan-bacaan shalat, kami pun shalat shubuh dengan khusyuk. Setelah beberapa menit, akhirnya shalat pun selesai. Namun tiba-tiba kakek merintih kesakitan sambil memegang dada kirinya. Ibu, Bi Surti, dan aku menjadi panik.”Kakek kenapa?”tanyaku dengan panik. “Kakek tidak apa-apa nak.”Sahut kakek sambil merintih kesakitan.”Sekar coba teleponkan ayahmu.” pinta ibu kepadaku. Dengan paniknya aku menelepon ayah “Tuuutt..tuuuttt..tuuuttt..nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi.” “Astaghfirullahaladzimm..ayah nggak bisa dihubungin Bu. Gimana nih Bu?”ucapku dengan panik kepada ibu. “Yasudah sekar jaga kakek di sini ya, Ibu akan mencari taksi untuk kakek. Dan Bi Surti tolong ambilkan obat penahan sakit untuk menahan rasa sakit kakek”sahut ibu kepadaku dan Bu Sarni. “Iya bu.”Sahut aku dan Bi Surti bersamaan. Kakek masih terbaring kesakitan, aku dan Bi Sarni menungguinya dengan sedikit cemas. Sementara itu, ibu bergegas mencari taksi untuk kakek. Tiba-tiba Bi Sarni datang membawa obat penahan rasa sakit untuk kakek. Dan kakek pun segera meminum obat tersebut. Setelah lama menunggu, akhirnya ibu datang dengan membawa taksi. Akhirnya kakek pun bisa dibawa ke rumah sakit. Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, aku mengirimkan pesan untuk ayah tentang keadaan kakek segera menuju ke rumah sakit. Setelah beberapa menit, akhirnya kita sampai di rumah sakit. Kakek langsung ditangani oleh dokter. Aku dan ibu menunggui kakek di ruang tunggu. Tiba-tiba ayah datang. “Bagaimana keadaan  kakek bu?Maaf tadi ayah meeting sehingga tadi Sekar menelepon handphone ayah silent”ujar ayah menjelaskan. “Keadaan kakek masih ditangani dokter yah. Iya tidak apa-apa.”Balas ibu. Setelah lama menunggu akhirnya kakek pun dibawa keluar oleh perawat rumah sakit. Terlihat kakek dipasangi banyak alat yang berhubungan dengan jantung. Sungguh sedih melihatnya. Hari demi hari telah dilewatkan kakek di rumah sakit. Namun kakek tetap belom saja diperbolehkan untuk pulang. Karena kakek sering kumat sehingga belum terlalu pulih. Keseharian kakek di rumah sakit ditemani oleh ibuku dan terkadang digantikan oleh Bi Surti. Aku hanya bisa ke rumah sakit sepulang sekolah bersama Bi Surti atau malam hari bersama ayah.

No comments:

Post a Comment