WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, September 22, 2014

Cerpen "AKU DAN MIMPIKU" (Part 5)



PART 5

28 Februari 2014...

7 hari telah aku lalui...

Aku mendapatkan banyak pengalaman dan sekaligus mendapatkan banyak teman dari daerah lain saat di karantina. Sungguh sangat menyenangkan. Pengalaman ini tak akan pernah aku lupakan dalam hidupku. Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ya, hari ini adalah hari terakhir aku berada di gedung LPMP Semarang ini. Hari terakhir untuk bercanda tawa dengan teman satu daerah maupun luar daerah. Sungguh sangat menyedihkan. Dan hari ini pula akan diumumkan hasil perlombaan selama 7 hari yang lalu. Hatiku deg deg an, aku takut dengan pengumuman ini. Namun lagi-lagi aku mengingat kata-kata kakek. Bahwa aku harus selalu semangat, percaya diri, aku yakin aku pasti bisa.
Dan diumumkanoleh ketua panitia lomba. Alhamdullilahnya aku mendapatkan medali perunggu.  Aku mendapatkan peringkat 11. Tidak heran karena peringkat 1 sampai 15 mendapat medali. Peringkat 1 sampai 5 mendapat medali emas. Peringkat 6 sampai 10 mendapat medali perak. Dan peringkat 11 sampai 15 mendapat medali perunggu. Meskipun aku tidak maju ke tingkat nasional tetapi aku akan selalu mensyukurinya. Aku tidak kecewa dengan hasil yang aku peroleh. Dan aku sangat bahagia bisa pulang membawa prestasi yang menggembirakan untuk ayah, ibu, kakek, dan semua orang yang mendukungku. “Makasih ya allah engkau telah mengabulkan doa-doaku selama ini.”ucap syukurku. Dan akhirnya rombongan kontingen Kabupaten Banyumas meninggalkan LPMP. Kabupaten Banyumas membawa 3 Medali emas, 4 Medali perak, dan 2 Medali Perunggu. Sungguh sangat membanggakan Kabupaten Banyumas. Kami pulang dari LPMP pukul 1 siang. Dan akhirnya rombongan sampai di Banyumas pukul 5 sore. Dan terlihat ayah sudah menjemputku. Aku sangat bahagia. Aku sudah tak sabar ingin menunjukkan medali perungguku pada ayah. “Ayahh.. aku mendapatkan medali ini.”ujarku dengan antusias pada ayah. “Alhamdullilah, Sekar kerja kerasmu membuahkan hasil yang memuaskan. Selamat sekar.”sahut ayah kepadaku. “Ayah, kakek keadaannya gimana? Kakek udah pulang kan? Kakek udah sembuh kan? Aku sudah tidak sabar lagi menunjukkan medali ini pada kakek. Pasti kakek bangga.”tanyaku pada ayah. “Sekar.. Kamu sabar ya.. Kakek telah tiada.. Kakek meninggal 5 hari yang lalu.”ucap ayah padaku. Mendengar perkataan ayah aku pun kaget dan sambil menangis”Astaghfirullahhaladzim.. Ya allahh..Aku belum sempat menunjukkan hasilku kepada kakek”. Aku menangis tersedu-sedu tanpa henti-hentinya . Lalu ayah pun menenangkanku “Kamu harus sabar dan tegas Sekar..Kamu sudah membanggakan kakek. Kakek pasti bangga melihat kamu dari sana. Kamu doakan saja kakek diberi jalan lurus oleh Allah.”. Kemudian seketika aku menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh ayah benar. “Iya, yah. Sekar bakal selalu mendoakan kakek. Ayah tolong antarkan aku ke makam kakek”ujarku pada ayah. Aku dan ayah pun bergegas menuju makam kakek. Aku akan tetap menunjukkan medali ini di depan makam kakek. Aku yakin kakek pasti melihatnya. Dan akhirnya kami pun sampai di makam kakek. Aku menunjukkan medali di depan makam kakek. Aku memanjatkan doa untuk kakek. “Kakek ini hasil aku kek, makasih kek selama ini sudah memberi aku motivasi. Aku janji kek, aku akan menggapai langit yang tinggi. Menggapai cita-cita ku untuk enjadi seorang dokter spesialis jantung. Aku ingin memperkecil resiko kematian pada penderita penyakit jantung. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang aku sayangi dan orang-orang lain karena penyakit jantung. Aku janji pada kakek”ucapku di depan makam kakek. Setelah beberapa lama aku dan ayah di makam kakek, aku juga sudah mencurahkan semua isi hatiku pada kakek akhirnya kami pun pulang. Sesampainya di rumah aku langsung memeluk ibuku dan Bi Surti. Aku sangat rindu pada mereka. “Ibu,Bi Surti aku kangen kaliam dan lihatlah ini hasilnya bu, bi Medali Perunggu!”ucapku dengan antusias pada ibu dan Bi Surti. “Wah selamat non, itu non kakek..”sahut Bi Surti. “Iya makasih, Bi. Iya, Bi Sekar udah tau. Sekar sudah ikhlas kok, Bi.”balasku. “Ibu sangat bangga padamu Sekar.”ucap ibu kepadaku. Aku pun menjawab Iya, Bu makasih.”. Ibu pun menjawab “Kakek pasti bangga padamu, nak. Sekarang wujudkanlah cita-citamu, agar kakek bangga.”. “Pasti itu, Bu. Aku akan menggapai langit yang tinggi sampai aku bisa.”sahutku pada ibu.




No comments:

Post a Comment