WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, September 22, 2014

Drama "HANTU PEMERSATU" (Part 2)

PART 2


Keesokan harinya, SMP Negeri Harapan 3 mengadakan perlombaan untuk memeriahkan hari ulang tahun SMP.

Okta             : “Hari ini kita lomba ngedance ya?”

Sandra          : “Eh iya, tapi kalian udah siap kan? Kita kan udah latihan selama 2 minggu.”

Dafa,Okta    : “Udah siap kok, San.”

          Tanpa disadari, ternyata Jessica dan Tommy menguping pembicaraan mereka.

Jessica           : “Gimana nih kita, Tom?”

Tommy         : “Santai tinggal joget aja, gue punya CD nya bang jali kok!”

Jessica           : “Hah? Bang Jali? Gue malu kalo joget Bang Jali!”

Tommy         : “Ah udahlah nggak usah malu.”

          Lima jam telah berlalu, semua perlombaan pun sudah selesai. Tetapi hanya lomba dance yang belum ditampilkan. Pak Amin pun selaku pembawa acara memulai perlombaan tersebut.

Pak Amin     : “Kontestan sudah bersiap?”

Kontestan     : “Siap.”

Pak Amin     : “Dan kini nomer undi 12, Sandra, Okta, dan... Dafa. Silahkan peserta naik ke panggung.”

          Setelah mereka tampil, selanjutnya giliran Jessica dan Tommy yang akan tampil.

Pak Amin     : “Selanjutnya nomer undi 13 yaitu nomer undi terakhir, pesertanya hanya dua cantik dan ganteng. Inilah Jessica da Tommy. Silahkan peserta naik ke panggung”

Jessica           : “Gimana nih?”

Tommy         : “Udahlah.”(sambil berjalan naik panggung)

                        Hai semuaaa... (sambil memberi kiss bye)

Penonton      : “Huuuu..”

Pak Amin     : “Yasudah kita mulai saja, dengan diiringi musik Bang Jali.”

          Penonton bersorak-sorak sambil melempari kertas-kertas ke arah Jessica dan Tommy. Setelah Jessica dan Tommy tampil, semua siswa masuk ke kelas masing-masing untuk diberi pengarahan. Di kelas VIII H kebetulan Pak Dani yang memberikan pengarahan tentang tugas membuat laporan.

Pak Dani       : “Anak-anak karena acara Ulang Tahun SMP kita sudah selesai. Maka dari itu, kalian saya beri tugas.

Tommy         : “Kok ada tugas sih, Pak?”

Pak Dani       : “Dengarkan Bapak dulu. Sekolah kita menugaskan kalian untuk membuat laporan Ulang Tahun SMP kita. Kalian boleh memilih teman sendiri untuk dijadikan kelompok. Yasudah kalian berdoa terlebih dahulu sebelum pulang.”

Dafa             : “Mari kawan-kawan kita berdoa, berdoa mulai.”

          Setelah selesai berdoa, semua siswa pulang. Tetapi Sandra masih di pintu karena ia ingin menunggu Dafa dan Okta yang sedang piket. Sandra berencana untuk mengajak Dafa dan Okta menjadi anggota kelompoknya.

Sandra          : “Dafa, Okta jadi kelompokku yuk?”

Dafa             : “Boleh boleh.”

Okta             : “Yaudah, nanti ngerjainnya di rumah siapa?”

Dafa              : “Di rumah Sandra aja gimana?”

Sandra          : “Boleh deh, kalian belum pernah ke rumahku kan? Rumahku di Jalan Angsana no. 35.”

Okta             :  Nanti jam berapa?”

Sandra          : “Jam 2 ya? Soalnya nanti aku mau pergi bentar sama mamaku ke mall.”

Dafa             : “Ohgitu okedeh sipsip.”.





No comments:

Post a Comment