WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, MAY USEFUL FOR US

Monday, September 22, 2014

Drama "HANTU PEMERSATU" (Part 6)



PART 6
Satu minggu kemudian...

          Hari ini SMP Negeri Harapan 3 akan melaksanakan kemah purnabakti. Sebelum acara pembukaan dimulai, anak-anak ditugaskan untuk membangun tenda terlebih dahulu. Acara pembukaan dimulai pukul 19.00 WIB di halaman belakang. Pada waktu itu terjadilah peristiwa yang menjanggalkan.

Okta             : “Aku kok jadi merinding ya, San?” (Sambil memegang pundak Sandra)

Sandra          : “Aku juga nih, malem ini aku ngerasa ada yang menjanggal.”

Okta             : “Jadi takut aku, San. Suasananya kok jadi berubah kayak horor gini ya!” (Merinding sambil memegang lehernya)

Sandra          : “Entahlah, ya sudahlah nggak usah dibahas.”

          Acara pembukaan pun telah dimulai. Saat di tengah acara, tiba-tiba Tommy mengalami kesurupan.

Tommy         : “Akh... akh... Jessica... jangan sakiti mereka, mereka itu temanku.” (sambil mengaung-ngaung)

Jessica           : “Tommy kamu gila ya! Nggak lucu tau.” (Dengan raut wajah takut)

Tommy         : “Jessica..Jessica.. ku bunuh kau! (Sambil mendekati Jessica)

Jessica           : “Tidak..tidak.. (Sambil berlari menuju ke belakang Pak Amin)

          Akhirnya Tommy diobati oleh Pak Amin karena Pak Amin pintar dalam hal seperti itu. Ternyata hantu yang masuk ke dalam tubuh Tommy adalah Dafa. Dafa bermaksud untuk menyampaikan sesuatu.

Pak Amin     : “Anak-anak kalian tidak usah takut, semuanya sudah baik-baik saja. Hanya saja ada yang perli saya sampaikan bahwa arwah si Dafa masih belum tenang. Mungkin sahabatnya yang bisa menenangkan Dafa dan mungkin juga merekalah yang dapat mengartikan dari kejadian tadi.”

Okta             : “Saya sahabatnya, Pak. Saya yakin saya bisa melakukannya, ya meskipun agak takut sih tapi tak apalah demi sahabat saya tidak takut, Pak.”

Sandra          : “Aku pasti membantu kamu, Okta!”

Jessica           : “Ah pada kebanyakan nonton sinetron!”

Okta             : “Biarin daripada kamu, katanya nggak takut sama begituan eh tadi malah mau nangis.”

Jessica           : “Siapa yang takut?”

Okta             : “Kamu tanya aku jawab, yang takut adalah... Jessica Larasati Putri. Cukup jelas kan?”

Sandra          : “Berantem mulu deh kalian, udah udah!”

Pak Amin     : “Kalian itu kayak kucing sama tikus.”

Okta             : “Dia tikus, Pak. Saya kucing anggora.”

Pak Amin     : “Ya sudah, karena acara pembukaan sudah selesai sekarang anak-anak beristirahat. Dan besok agendanya jelajah.

Semua siswa : “Yeee...hore.... huu...”

Pak Amin     : “Silahkan kembali ke tenda.”

Semua siswa : “Baik Pak.”

          Pukul 22.00 WIB acara pembukaan telah selesai. Semua siswa kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.

Okta             : “Capek nih.. Aku kok laper ya? Ahaaa... Tementemen masak yuk, makan bersama laper nih.”

Sandra          : “Ide yang bagus tuh.”

Jessica           : “Ah males..”(Sambil berjalan menuju ke dalam tenda)

Okta             : “Ya udah kalo kamu nggak mau. Eh eh tapi kalian semua mau kan?”

Temen-temen: ”Mau mau.”

Sandra          : “Ya udah, aku yang ngambil barangnya yaa. Okta sama Tanti yang nyalain kompornya. Yang lain ngambil bahan-bahannya ya?”

Okta             : “Siap bos.”

          Saat Sandra mengambil barang di tenda belakang, terjadilah sesuatu yang janggal. Tiba-tiba terdenga suara seperti panci jatuh. Sandra pun menjadi panik.

Sandra          : “Siapa di sana?”

          Bunyi itu terdengar sampai berulang-ulang.

Sandra          : “Siapa pun kamu, tolong jangan ganggu aku!”

Hantu Dafa  : “Tolong aku.. tolong aku.. “(Sambil menampakkan dirinya)

Sandra          : “Jangan ganggu aku.” (Sambil berjalan mundur dan membawa barang)

          Dengan wajah ketakutan, Sanda larimenuju tenda depan.

Sandra          : “Okta..Okta, aku tadi lihat hantunya Dafa.” (Dengan suara terengas-engas)

Okta             : “Masa sih? Dafa kan udah meninggal!”

Sandra          : “Tapi tadi itu yang aku liat beneran Dafa.”

Okta             : “Ah uahlah mungkin itu Cuma halusinasi kamu. Yaudah kita langsung masak aja.”

          Setelah selesai masak dan makan semua siswa pun tidur karena akan melakukan kegiatan jelajah.

Sandra          : “Temen-temen udah jam 11 nih! Tidur aja yuk, biar besok bisa bangun pagi!”

Temen-temen: “Oke, mari kita tidur.”

          Satu jam kemudian, semua teman Okta sudah tertidur pulas. Ternyata hanya Okta yang masih belum bisa tidur. Di tengah malam Okta ingin ke kamar mandi, ia berniat mengajak Sandra.

Okta             : “Sandra..Sandra.. bangun..bangun! anterin aku ke kamar mandi dong.”

Sandra          : “Ah.. aku ngantuk banget nih! Ngajak yang lain aja deh!”

Okta             : “Yaudah lah kalo gitu.”

          Semua teman Okta tertidur pulas. Akhirnya Okta pun dengan beraninya memutuskan ke kamar mandi sendiri.

Okta             : “Haduh kok aku jadi merinding gini ya?”

          Akhirnya Okta pun sampai di kamar mandi.

Okta             : “Kok sepi banget ya!” Na..na..na..na..na..na...”

          Tiba-tiba terdengar suara air gemericik.

Okta             : “Ada orang?”

          Suara air semakin terdengar akhirnya Okta menuju ke sumber suara.

Okta             : “Ah.. krannya belum ditutup (sambil membalikkan badannya)

          Saat membalikkan badan, Okta merasa ada makhluk halus yang ingin menyampaikan pesan ke dia. Karena Okta punya kekuatan magic, akhirnya dia pun mencoba mendengarkan pesan dari makhluk halus tersebut dengan kejang-kejang.

Hantu Dafa  : “Bersatulah! Bersatulah! Bersatulah!”

          Hantu Dafa terus saja mengulangi kata itu. Setelah beberapa saat, suara itu mulai hilang. Perlahan Okta pun mulai mengerti dengan pesan yang disampaikan Hantu Dafa. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke tenda.

Okta             : “Dafa.. aku sudah mengerti maksudmu.” (Sambil berjalan menuju tenda)

          Sesampainya di tenda Okta langsung melanjutkan tidur.





No comments:

Post a Comment